Senin, 05 Februari 2018 - 16:03:59

Jokowi Diminta Mendongeng untuk Anak-Anak Saat Hardiknas

    Habibi Muthalib Hits : 20929    

liputan6.com


Jakarta,Riauaksi.com  - Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI ) Seto Mulyadi menemui Presiden Joko Widodo atau Jokowidi Istana Kepresidenan. Seto mengatakan, Presiden Jokowi berencana mengundang anak-anak ke Istana Negara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei 2018.

Dia pun menyampaikan sejumlah permintaan terkait peringatan Hardiknas tersebut.

"Kami mohon kalau bisa pinjam di Istana, anak-anak berkumpul, Pak Jokowi mendongeng, menteri mendongeng, kemudian bermain tradisional seperti Gobak Sodor, Engklek, dan sebagainya. Beliau mengusulkan dalam bulan Mei nanti berkaitan dengan Hari Pendidikan Nasional," kata Seto Mulyadi usai menemui Jokowi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/2/2018).

Pria yang akrab disapa Kak Seto ini berharap, dongeng dan permainan tradisional ini dapat menciptakan suasana kedamaian bagi anak-anak.

"Jadi suasana sekolah, rumah, penuh dengan rasa persahabatan, tidak ada kekerasan, paksaan, sehingga akhirnya suasananya damai," ucap Kak Seto.

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat berdongeng di hadapan sekitar 500 siswa SD dan SMP saat memperingati Hari Buku Nasional pada Rabu, 17 Mei 2017. Ketika itu, Jokowi bercerita tentang kisah Prabu Tapa Agung dan kedua putrinya yang bernama Purba Rarang dan Purba Sari.

Pemerhati anak Seto Mulyadi meminta masyarakat di seluruh Indonesia tanggap terhadap berbagai tindak pidana yang menimpa anak-anak di lingkungannya. Baik itu perlakuan kasar hingga kekerasan seksual terhadap anak.

Pria yang kerap disapa Kak Seto ini menyampaikan, berbagai temuan yang mencederai anak, harus berani dilaporkan. Sebab berdasarkan undang-undang pun, sudah diminta untuk melakukan hal tersebut.

"Siapa pun yang mengetahui ada kekerasan terhadap anak dan tidak lapor polisi, maka sanksinya 5 tahun penjara," tutur Kak Seto di SMK Bina Siswa, Sukabumi Utara, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Sabtu 6 Januari 2018.

Menurut dia, 41 anak yang menjadi korban pencabulan oleh pedofil bermodus dukun palsu di Tangerang juga lantaran pelibatan masyarakat dalam tindakan pencegahan masih kurang optimal.

"Warga sudah tahu ada gubuk, dijadikan tempat untuk melakukan suatu kegiatan yang tidak layak. Tetapi kadang-kadang kepedulian dan keberanian untuk menegur dan melapor tidak ada. Nah di sini justru kami kampanyekan. Warga harus berani melapor," jelas dia.

Untuk itu, Seto kini tengah menggalakkan dibentuknya satuan tugas atau satgas perlindungan anak di seluruh RT RW di Indonesia. Untuk di Jakarta sendiri, dia akan mencoba bertemu dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

"Kalau bisa kami ingin menyampaikan kepada Bapak Gubernur agar DKI Jakarta menjadi provinsi pertama di Indonesia yang seluruh RT RW-nya dilengkapi satgas perlindungan anak," Kak Seto menandaskan.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : liputan6.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  



    Yuk Jajal 5 Aplikasi Edit Wajah ini

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG