Selasa, 13 Februari 2018 - 10:56:27

Mei 2018, Ekspor Batu Bara dan CPO Harus Pakai Kapal Nasional

    Michael B. Bara Hits : 6337    

CNBC Indonesia


Kementerian Perdagangan mewajibkan penggunaan kapal yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran nasional untuk ekspor batu bara dan minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), serta impor beras.

Ketentuan itu berlaku efektif mulai 1 Mei 2018, atau enam bulan setelah diterbitkannya Peraturan Menteri Perdagangan No. 82/2017 tentang Ketentuan Penggunaan Angkutan Laut dan Asuransi Nasional untuk Ekspor dan Impor Barang Tertentu pada 31 Oktober 2017. 

Adanya peraturan ini membuat eksportir batu bara dan CPO, serta importir beras, harus bertransaksi dengan perusahaan pelayaran nasional untuk pengiriman komoditas tersebut.


Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan peraturan tersebut diterbitkan agar industri pelayaran nasional dapat ikut tumbuh seiring dengan meningkatnya kegiatan perdagangan Indonesia.

Dia menuturkan pasar logistik internasional di Indonesia nilainya mencapai Rp 2.4000 triliun, namun belum dapat dimanfaatkan optimal oleh perusahaan pelayaran lokal.

"Belum termanfaatkan secara optimal, jadinya ya loss. Kita belum mengambil secara optimal porsi Rp 2.400 triliun. Kue itu belum dioptimalkan, di antaranya jasa perdagangan di pelayaran dan asuransi," ujar di Hotel Bidakara, Senin (12/2/2018).

Oke mengatakan saat ini pihaknya sedang merumuskan petunjuk teknis seperti kepemilikan kapal dan spesifikasi armada. Pembahasan tersebut, jelasnya, dilakukan bersama pemangku kepentingan lain yakni eksportir, importir dan pemilik kapal yang diwakili oleh Indonesian National Shipowners’ Association (INSA).

    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        : #Ekonomi Bisnis    
    Sumber  : CNBC Indonesia


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Honda Jazz dan Civic Kuasai Segmen Hatchback

      Ekonomi Bisnis  




    Investasi Migas di Indonesia Masih Kurang Menarik