Senin, 12 Maret 2018 - 17:58:33

Rencana Trump Temui Kim Jong Un Bikin Harga Minyak Moncer

    Anggre Dwie Hits : 12673    

CNN Indonesia


PEKANBARU, RIAUAKSI.COM -- Harga minyak dunia melejit hampir US$2 pada penutupan perdagangan Jumat (9/3), seiring penguatan pasar saham Wall Street pasca dirillis data penguatan lapangan kerja AS dan respons positif terhadap rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Korea Utara (Korut) Kim Jong Un. Pertemuan kedua pimpinan itu diyakini dapat meredakan tensi geopolitik.

Dilansir dari Reuters, Senin (12/3), harga minyak mentah berjangka Brent naik US$1,88 atau 2,96 persen menjadi US$65,49 per barel. Harga Brent bergerak di kisaran US$63,69 dan US$65,63 per barel selama sesi perdagangan berlangsung.

Kenaikan juga terjadi pada harga minyak mentah AS West Texas Intermediate (WTI) sebesar US$1,92 atau 3,19 persen menjadi US$62,04 per barel. Sepanjang sesi perdagangan, harga WTI bergerak di kisaran US$60,14 menjadi US$62,14.

Harga minyak juga melanjutkan lonjakan lebih dari US$2 pada perdagangan usai penutupan. Secara mingguan, kedua harga acuan tercatat menanjak dibandingkan pekan sebelumnya.

Trump menyatakan siap untuk bertemu dengan Kim yang merupakan tatap muka secara langsung pertama untuk kedua kalinya. Pertemuan tersebut dapat menjadi gebrakan dalam menyikapi senjata nuklir Korut. Kim juga berkomitmen untuk menunda uji coba lebih jauh terhadap senjata nuklir dan peluru kendali.

Sementara itu, pasar saham Wall Street melonjak setelah data upah tenaga kerja AS menunjukkan penguatan pertumbuhan lapangan kerja selama Februari lalu.

Indeks S&P500 terkerek sekitar 1,5 persen, sedangkan indeks komposit Nasdaq mencetak rekor tertinggi harian, sehingga menopang harga minyak lebih jauh. Sebagai catatan saja, harga minyak mentah dan indek pasar saham bergerak beriringan akhir-akhir ini.

"Laporan tenaga kerja menunjukkan kondisi fundamental ekonomi dan pertumbuhan yang kuat yang mencakup kenaikan permintaan terhadap energi," terang partner Again Capital John Kilduff di New York.

Harga minyak juga terdongrak oleh masih berhentinya operasional lapangan minyak El Feel di Libya yang memproduksi 70 ribu barel per hari (bph). Padahal, berdasarkan sumber tenaga teknis lapangan dan mediator lokal, Petroleum Facilities Guard menyatakan telah sepakat untuk kembali membuka operasional lapangan minyak tersebut.

Data akhir pekan lalu menunjukkan manajer keuangan dan investasi memangkas taruhan kenaikan harga (bullish) pada minyak mentah untuk pertama kalinya sejak tiga minggu terakhir.

Komisi Perdagangan Berjangka Komoditi AS (CFTC) menyebut bahwa kelompok spekulator memangkas 17.166 kontrak kombinasi posisi berjangka dan opsi di New York dan London menjadi 478.531 kontrak pada pekan yang berakhir 6 Maret.

Pengurangan berasal dari posisi jual (short) kotor pada New York Mercantile Exchange yang menanjak hingga ke level tertingginya hampir satu bulan ini.

Perusahaan pelayanan energi Baker Hughes dalam laporannya menyatakan pengebor minyak mentah AS memangkas empat rig pada pekan lalu menjadi 796 rig.

"Terkadang, Anda akan mengalami variasi mingguan yang hasilnya negatif, tetapi saya tidak akan mengambil kesimpulan terlalu banyak dari hanya hasil satu minggu," imbuh Analis Permodalan Energi CFRA Researc Stewart Glickman di New York.


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        :    
    Sumber  : CNN Indonesia


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Satelit Merah Putih Resmi Mengorbit

  Ekonomi Bisnis  




BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG