Selasa, 13 Maret 2018 - 23:01:25

Motif Ekonomi, Surabaya Black Hat "Palak" Korban Puluhan Juta

    Anggre Dwie Hits : 21505    

CNN Indonesia


PEKANBARU, RIAUAKSI.COM -- Kelompok peretas Surabaya Black Hat (SBH) diduga melakukan peretasan ribuan situs di puluhan negara karena motif ekonomi. Hal ini terungkap dari pemeriksaan kepolisian, di mana diketahui para tersangka `memalak` para korbannya puluhan juta rupiah.

Banyak korban di antaranya merupakan perusahaan yang `dipalak` usai situsnya diretas mereka, termasuk perusahaan di Indonesia.

"Ada beberapa perusahaan juga di Indonesia yang diretas. Motifnya ekonomi," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (13/3).

Subdit IV Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya bersama Federal Bureau of Investigation (FBI) dibantu Porestabes Surabaya melakukan penangkapan tiga dari enam target anggota kelompok SBH di Surabaya. Ketiga pelaku yang ditangkap itu, yakni NA, ATP, dan KPS. 


Argo mengatakan, modus yang dilakukan para tersangka ini dilakukan dengan meretas situs yang sudah ditarget. Setelah itu, mereka mengirim email kepada korban untuk membayar sejumlah uang jika mau situs tersebut kembali normal. 

"Setelah diretas dia kirimkan lewat email, kalau mau diperbaiki harus bayar uang bervariasi Rp15-25 juta. Kalau enggak mau bayar dirusak sistem itu," ujar dia.

Adapun hasil peretasan dan pemerasan ini, masing-masing tersangka bisa meraup uang ratusan juta rupiah dalam setahun. Misalnya sepanjang 2017 lalu, satu orang mengantongi Rp100-Rp200 juta.

"Bisa sampai Rp200 juta (setahun)," ujar Argo.

Kasubdit IV Cyber Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Gomgom Pasaribu menambahkan, uang yang `dipalak` dikonversi menggunakan Bitcoin atau melalui paypal. Menurutnya dua cara pembayaran itu memang paling mudah dilakukan para hacker saat ini.

"Ya, ini memang diakui oleh seluruh hacker di dunia, jadi universal penggunaan Bitcoin dan paypal. Sorang hacker akan menggunakan Bitcoin maupun paypal dalam proses pembayaran," ujar dia.

Kemudian, mereka akan mencairkan ke dalam mata uang rupiah melalui rekening bank di Indonesia.

"Dia akan terkoneksi dengan rekening bank, kan itu masalahnya, rekening itu pada akhirnya tetap terkoneksi dengan rekening bank," ujar Roberto.


    Category : Nasional    
    Tags        :    
    Sumber  : CNN Indonesia


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Satelit Merah Putih Resmi Mengorbit

  Ekonomi Bisnis  




BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG