Kamis, 15 Maret 2018 - 10:20:18

Kepala BRG Yakin Gambut Meranti Bisa Selaraskan Pengembangan Ekosistem dan Ekonomi Masyarakat

    Habibi Muthalib Hits : 65473    

Riauterkini.com


SELATPANJANG,Riauaksi.com -Kepala Badan Restorasi Gambut Ir. Nazir Fuad berjanji akan menjadikan Kepulauan Meranti sebagai salah satu daerah prioritas di Indonesia dalam pengembangan ekosistem Gambut dan Pemberdayaan ekonomi masyarakat, hal itu dikatakannya dalam acara ramah tamah Pemkab. Kepulauan Meranti dan BRG RI dan jajaran serta peneliti, bertempat di Hall Hotel Indo Baru, Jalan Ponegoro, Selatpanjang, Rabu (14/3/2018).

"Kita akan menjadikan Kabupaten Kepulauan Meranti sebagai prioritas utama program BRG RI, yang eksekusinya akan dilakukan oleh Provinsi melalui tugas pembantuan," ujar Kepala BRG RI Nazir Fuad.

Diakuinya sejak 2017 lalu, institusi yang dipimpinnya telah bekerja membangun 8 ribu infrastruktur, dan menyalurkan 100 paket ekonomi kepada daerah berekosistem Gambut di Indonesia, dan ditahun 2018 ini akan bekerja lebih banyak lagi, memanfaatkan dana APBN dan sumber dana Internasional dalam rangka pemberdayaan ekonomi masyarakat dan membangun infrastruktur pendukung.

Khusus di Meranti, BRG RI akan membangun infrastruktur Sekat Kanal, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan mengembangkan potensi unggulan seperti perkebunan Sagu, Kopi hingga sektor perikanan.

Seperti yang pernah disampaikan beberapa waktu lalu, BRG RI juga akan membangun Laboratorium Gambut Internasional di Meranti yang dapat dimanfaatkan oleh para peneliti dan masyarakat dalam rangka pengelolaan ekosistem Gambut.
Dan yang tak kalah penting diakui Nazir Fuad, pengelolaan ekosistem Gambut yang dilakukan oleh BRG RI, dalam upaya menekan terjadinya Hot Spot dan Kabut Asap didaerah berekosistem Gambut.

"Ditahun 2017 Hot Spor turun drastis, kita berharap ditahun 2018 ini dapat terus ditekan agar tidak terjadi bencana kabut asap, apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games, oleh karena itu kita harus menjaganya," ucap Nazir Fuad.

Dalam menekan terjadinya Karlahut di lahan Gambut, Nazir Fuad meminta kepada masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, kedepan pihaknya akan menerapkan teknologi baru yang diyakini lebih baik dalam meningkatkan kesuburan tanah, dan teknologi ini juga akan diterapkan di Kabupaten Meranti yang diyakini akan mengurangi resiko kebakaran dan mampu mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Kepala BRG RI, juga akan berupaya untuk mengembangkan potensi Sagu di Meranti, yang akan dilakukan oleh Tim yang diketuai oleh Duputy IV BRG RI, Harris Gunawan.

Pada kesempatan itu, Kepala BRG RI Nazir Fuad, mengaku akan membawa permasalahan Gambut di Indonesia khususnya Kepulauan Meranti, dalam pertemuan Internasional pengelolaan ekosistem Gambut yang tak lama lagi akan digelar.

"Segala yang kita temui dilapangan dan masukan dari masyarakat akan kita tampilkan dalam pertemuan Internasional pengelolaan ekosistem Gambut," akunya.

Lebih jauh dikatakan Nazir Fuad, seperti yang sudah diprogramkan, Kamis esok (14/3/2018), BRG RI bersama peneliti akan melakukan kunjungan kebeberapa lokasi salah satunya Desa Sungai Tohor, kunjungan ini dalam rangka melihat langsung kodisi Gambut dilapangan sekaligus menghimpun segala masukan dari masyarakat terkait permasalahan Gambut.

"Kita akan membuka diri terhadap segala sesuatu yang dirasa kurang, kita siap berdialog langsung dengan masyarakat dan menghimpun masukan demi pelestarian ekosistem Gambut," ucap Kepala BRG RI, Nazir Fuad.

Menyangkut hal itu, Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan M.Si, mengucapkan terima kasih atas berbagai kegiatan yang telah dilakukan oleh BRG RI, yang secara nyata dapat dinikmati oleh masyarakat dalam rangka mengurangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Kedepan Bupati berharap hal itu terus berlanjut sehingga kerja nyata itu benar benar dapat dinikmati masyarakat khususnya masyarakat miskin di Kepulauan Meranti.

Dan untuk kegiatan tahun 2018, Bupati Meranti berharap segera dilaksanakan unruk mengantisipasi terjadinya Karlahut, apalagi saat ini sudah mulai memasuki cuaca ekstrim.

"Kita harapkan kegiatan BRG RI ini segera dilaksanakan, makin cepat makin baik sehingga dapat mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di saat cuaca ekstrim saat ini," ucap Bupati.

Agar program yang dijalankan BRG RI dapat berjalan dengan baik, Bupati juga menekankan perlunya koordinasi dan komunikasi yang baik dilapangan, untuk meminimalisir hal hal yang tidak diinginkan.

"Agar tidak terjadi Mis komunikasi lakukan koordinasi yang baik dengan berbagai pihak dilapangan sehingga program yang baik itu bisa berjalan sesuai harapan," papar Bupati Meranti.

Bupati juga menekankan Pemda Meranti siap kapan saja memberikan dukungan terhadap BRG RI dalam melaksakan programnya. "Jika perlu dukungan silahkan beritahu," ucap Bupati Meranti.

Sekedar informasi dalam pertemuan itu juga dihadiri oleh Ketua DPRD Meranri H. Fauzy Hasan, Sekretaris Daerah Yulian Norwis SE MM, Kapolres Meranti AKBP. La Ode Proyek, Kasi Pidum Kejari Meranti Franky Indra SH, Deputy 2 BRG RI Alue Dononh dan Deputy 4 BRG RI Harris Gunawan, serta para ilmuwan dan peneliti, Pejabat Eselon II Dilingkungan Pemkab. Meranti, Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekda Helfandi SE M.Si, Para Camat, Kepala Desa serta tokoh Agama/Adat, Masyarakat.


    Category : Riau    
    Tags        : #meranti,#Prov Riau    
    Sumber  : Riauterkini.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Hindari Hal ini pada Mobil Matik

      Ekonomi Bisnis  




    Perbankan Indonesia Disarankan Tiru "Gaya" Fintech