Minggu, 18 Maret 2018 - 19:18:42

Drama Korea Punya Potensi Pasar Besar di Indonesia

    Anggre Dwie Hits : 15745    

CNN Indonesia


PEKANBARU, RIAUAKSI.COM -- Bagi penggemar drama Korea yang tak bisa menonton tayangannya secara langsung di televisi, maka jalan keluarnya adalah dengan mencari platform yang menyediakan layanan video-on-demand (VOD). Di Indonesia, penyedia layanan ini berkembang cukup pesat seiring meningkatnya permintaan.

Satu per satu penyedia layanan VOD yang menawarkan drama Korea datang ke Indonesia beberapa tahun belakangan. Sebut saja iFlix, VIU dan Tribe. Ketiganya bersaing dalam merebut hati penggemar drama Korea dalam negeri.

Saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu, Marketing Manager iFlix Tiara Sugiyono mengungkap bahwa drama Korea menjadi salah satu konten yang paling diminati dalam layanan VOD.

"Tujuan utama kami sebenarnya menyasar pasar yang besar, ada konten Indonesia, Hollywood, juga Bollywood, tidak hanya drama Korea. Tapi memang kebetulan, konten Korea menjadi salah satu yang paling diminati untuk serialnya. Sedangkan untuk film, yang diminati konten Indonesia," ujar Tiara.

Padahal, menurut Content Manager iFlix Alexander Siregar, porsi untuk konten Asia termasuk drama Korea di iFlix hanya berkisar 20 persen. Angka yang sama seperti porsi untuk konten Indonesia. Sisanya merupakan konten internasional atau western.

Hasil riset pasar itulah yang lantas membuat iFlix berupaya untuk menambah serial Korea dan film Indonesia ke depan. Menurut Alexander, data konsumsi konten itu cukup berbeda dengan ketika iFlix pertama kali diluncurkan.

"Saat pertama diluncurkan kami melihat memang yang menjadi rajanya itu konten western, terutama untuk serial. Namun setelah enam bulan, ada pergeseran konten yang ditonton, jadi lebih regional atau lebih dekat ke Asia. Dari serial tv itu Korea, dan dari film itu Indonesia," katanya.

Akses masyarakat Indonesia terhadap drama Korea semakin mudah dengan keberadaan para penyedia layanan VOD.Akses masyarakat Indonesia terhadap drama Korea semakin mudah dengan keberadaan para penyedia layanan VOD. (dok. SBS)

Sementara itu, Country Head VIU Indonesia Varun Mehta menyatakan bahwa kehadiran platformnya di Indonesia memang khusus untuk menyuguhkan konten-konten Asia, termasuk yang berasal Korea.

"Karena ruang Hollywood sangat ramai, jadi kami memutuskan untuk menyuguhkan konten Asia untuk Indonesia. Salah satu konten tentunya drama Korea, karena budaya K-pop sangat berkembang dalam tiga tahun terakhir," ujarnya saat ditemui secara terpisah, beberapa waktu lalu.

Varun pun memandang munculnya kebiasaan menonton konten secara maraton (binge-watching) atau saat bergerak (mobile) menjadi salah satu penyebab berkembang pesatnya penyedia layanan VOD seperti VIU. Menurutnya, hal itu turut ditunjang dengan akses yang semakin cepat, jaringan 4G, dan populasi yang semakin produktif.

"Misalnya, saat orang-orang ke tempat kerja dengan waktu perjalanan yang semakin panjang," katanya.

"Sekarang jika Anda punya ponsel di kantong, saya pikir Anda tidak akan pernah cukup menonton satu episode. Tidak seperti televisi, [dengan internet dan ponsel] Anda bisa menonton episode sebanyak yang Anda mau," tambahnya.

Di VIU, Varun mengatakan, setiap bulannya konten atau genre yang paling diminati terus berubah dan tidak spesifik. Hanya saja, berdasarkan data riset yang dimilikinya, sekitar 40 persen orang di Indonesia senang menyaksikan drama. Dari jumlah tersebut, 80 persen penonton Indonesia senang menonton drama luar, termasuk Korea.

"Alasan orang Indonesia menonton lebih banyak dari luar, karena mereka menonton apa yang mereka inginkan. Mereka senang menonton konten yang memiliki kualitas bagus, seperti film tapi dalam drama seri, seperti drama Korea, Thailand, Jepang yang memang telah sukses dibuat seperti film," katanya.

Pasar terbesar VIU usianya berkisar di antara 18-35 tahun.Menurut data VIU, orang Indonesia rata-rata menghabiskan waktu 3 jam 30 menit untuk menonton drama Korea setiap harinya. (dok. TVing)

Varun pun menyebut bahwa pasar terbesar VIU usianya berkisar antara 18-35 tahun. Rasio tersebut hampir dikuasai oleh penonton yang berusia 18-24 tahun. Menurutnya, hal itu karena anak muda sudah mulai meninggalkan televisi dan memilih untuk menonton sesuatu kapan saja mereka inginkan.

Biasanya, lanjut Varun, pengguna VIU menghabiskan waktu lebih dari tiga jam sehari. Paling sebentar seseorang menonton selama 25 menit per episode per hari.

"Sebanyak 3 jam 30 menit dihabiskan orang di Indonesia setiap hari untuk konsumsi media sosial [kombinasi]. Ini riset dari tim digital kami. Dan untuk VIU penonton menghabiskan waktu yang hampir sama dengan itu," katanya.

Sedangkan, menurut Alexander, berdasarkan data media sosial perusahaannya, pengguna iFlix didominasi oleh perempuan dan rata-rata berusia 18-35 tahun.

"Lebih banyak di ponsel genggam, dan jam utama yang sering dimanfaatkan itu selepas jam kantor, sekitar pukul 18.00 ke atas. Akhir pekan lebih tinggi lagi waktu yang dihabiskan," katanya.

Alexander menambahkan, "Untuk konten Korea, pengguna banyak menghabiskan waktu sekitar pukul 20.00 sampai 23.00 WIB."


    Category : Unik    
    Tags        :    
    Sumber  : CNN Indonesia


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Hindari Hal ini pada Mobil Matik

  Ekonomi Bisnis  




Perbankan Indonesia Disarankan Tiru "Gaya" Fintech