Kamis, 05 April 2018 - 23:51:00

Pemerintah Optimis Harga Beras Bulan Depan Turun Sesuai HET

    Anggre Dwie Hits : 22656    

CNN Indonesia


PEKANBARU, RIAUAKSI.COM -- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution optimistis harga beras pada bulan depan bisa kembali ke Harga Eceran Tertinggi (HET). Ini menyusul panen raya yang sudah berlangsung sejak bulan Maret silam dan mencapai puncaknya bulan April ini.

Saat ini, rata-rata harga beras medium berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) tercatat Rp11.800 per kg, di mana harga beras di Jawa Timur sudah menyentuh Rp10.600 per kg dan Jawa Barat sudah mencapai Rp11.200 per kg. Namun, harga beras medium di Jakarta masih tercatat Rp12.950 per kg.

Sementara itu, Menurut Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 57 Tahun 2017, HET beras medium dipatok di angka Rp9.450 di Jawa hingga Rp10.250 per kilogram (kg) untuk wilayah Papua dan Maluku. Dengan kata lain, panen raya diharapkan bisa menekan harga beras secara signifikan.

"Dengan panen raya semestinya harga beras bisa kembali ke HET," ujar Darmin ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (4/4).

Ia mengatakan, kondisi ini akan melanjutkan tren penurunan harga beras yang sudah terjadi sejak bulan lalu. Ia mengacu kepada data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani turun 8,65 persen secara bulanan ke angka Rp5.442 per kg dan harga GKP di tingkat penggilingan turun 8,67 persen ke angka Rp5.555 per kg.

Implikasinya, harga beras medium tingkat penggilingan tercatat Rp9.698 per kg atau turun 5,06 persen dibanding bulan sebelumnya Rp10.215 per kg. Namun, Darmin mengatakan pemerintah tak lekas berpuas diri karena harga beras medium masih di atas Rp10 ribu per kg.

"Sekarang sih harga beras medium masih di atas Rp10 ribu, ya semoga masuk puasa bisa turun," imbuh dia.

Meski demikian, penambahan suplai dari panen raya tak cukup untuk menekan harga beras ke bawah. Menurut Darmin, tetap harus ada kebijakan lain seperti operasi pasar.

Untuk itu, saat ini, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) tengah melakukan operasi pasar dengan volume sebesar 400 ribu ton sejak pertengahan Maret lalu. "Kalau tanpa ada operasi pasar, ya harga beras tak akan berubah," pungkas Darmin.

BPS mencatat, harga beras kini sudah tidak lagi menjadi momok inflasi bulanan Maret sebesar 0,2 persen. Justru, beras telah menyumbang deflasi sebesar 0,1 persen terhadap kelompok pengeluaran bahan pangan sepanjang bulan lalu.


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        :    
    Sumber  : CNN Indonesia


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Hindari Hal ini pada Mobil Matik

  Ekonomi Bisnis  




Perbankan Indonesia Disarankan Tiru "Gaya" Fintech