Jumat, 13 April 2018 - 15:58:30

Produk UMKM Lokal Masih Minim Masuk Waralaba

    eko Putra Wandi Hits : 17665    

Tribunpekanbaru.com


PEKANBARU,Riauaksi.com-Produk UMKM lokal yang digadang-gadangkan bisa dipasarkan di ritel waralaba, ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Padahal, kalangan dewan sudah berkali-kali mengingatkan, agar semua produk UMKM lokal, harus diakomodir ritel waralaba.

Apalagi jumlah ritel di Kota Pekanbaru saat ini, sudah mencapai ratusan gerai.

Anggota DPRD Pekanbaru Yusrizal SH sangat menyesalkan hal tersebut.

Seharusnya persoalan ini sejak lama bisa diatasi pemerintah.

Namun karena tidak tegasnya pemerintah, ritel seenaknya menjual produk dengan brand-nya sendiri.

"Persoalan ini harus dievaluasi lah. Jangan dibiarkan berlarut-larut. Perda-nya sudah kita sahkan, namun tidak dijalankan. Tentu hal ini sangat kita sayangkan," tegas Yusrizal, Jumat (13/4/2018).

Sekadar diketahui, sesuai amanat Perda No 9 Tahun 2014 Kota Pekanbaru, mininal 20 persen produk UMKM harus masuk dan dipasarkan ke swalayan dan sejenisnya.

Sayangnya, aturan ini dilanggar kalangan investor.

Komisi II berharap, agar dinas terkait menekankan kepada seluruh usaha ritel waralaba untuk menerima produk UMKM, sehingga amanat Perda Pasar tersebut terlaksana dengan baik.

Sebab, Perda tersebut dibuat untuk dilaksanakan tanpa memandang dari pihak mana pun.

"Yang pasti, Perda yang kita buat itu untuk kemaslahatan masyarakat banyak. Tidak ada pandang bulu," terangnya.

Ya, munculnya persoalan ini lagi, karena pelaku usaha UMKM merasa sulit, produknya di pasarkan di ritel waralaba.

Apalagi memang produk yang dijual ritel selama ini, memang produk dengan label mereka sendiri.


    Category : Riau    
    Tags        : #pekanbaru,#Prov Riau    
    Sumber  : Tribunpekanbaru.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Satelit Merah Putih Resmi Mengorbit

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG