Senin, 16 April 2018 - 12:08:20

Remaja Berpenyakit Langka dengan Kulit Serapuh Sayap Kupu-Kupu Meninggal Dunia

    Michael B. Bara Hits : 4609    

liputan6.com


Jakarta,Riauaksi.com - Remaja asal Kanada yang menderita penyakit kulit langka, Jonathan Pitre, meninggal dunia pada Rabu, 4 April 2018. Remaja 17 tahun itu menderita penyakit menyakitkan yang membuatnya dijuluki "anak kupu-kupu".

Epidermolysis bulosa merupakan penyakit langkayang tidak bisa disembuhkan. Kondisi ini menyebabkan kulit melepuh dan mudah rusak, seperti sayap kupu-kupu.

"Cerita Jonny menjadi terkenal selama beberapa tahun terakhir. Dia mengundang Anda ke dalam kehidupannya, serta perjuangan sehari-harinya dengan EB (epidermolysis bullosa). Dia tanpa lelah berjuang untuk meningkatkan kesadaran akan penyakit mengerikan ini. Saya bangga mengatakan kamu telah melakukannya, Jonny boy," tulis sang ibu Tina Boileau di akun Facebook-nya.

Dilansir dari Foxnews, Senin (16/4/2018), Pitre menerima dua transplantasi di Universitas Minnesota, Amerika Serikat. Operasi tersebut dilakukan untuk menanam sel induk pendonor pada tubuhnya, untuk memproduksi kolagen, protein yang mengikat sel-sel kulit bersama-sama, yang hilang pada penderita EB.

Jonathan Pitre merupakan aktivis yang juga memperjuangkan kesadaran akan penyakit ini. Upaya itu mengumpulkan lebih dari US$ 200 ribu untuk DEBRA Kanada, badan amal bagi keluarga yang terkena penyakit langkatersebut.

Boileau mengatakan, putranya sempat membaik tahun lalu. Namun, dia harus dirawat lagi pada 30 Maret karena infeksi kulit.

Remaja itu merupakan penggemar Ottawa Senators, sebuah tim hoki di Kanada. Mereka mengajak Pitre untuk menonton pertandingannya tahun lalu.

Tim tersebut bahkan merasa berduka atas meninggalnya Pitre.

"Dia mengajari kami apa itu keberanian dan ketahanan yang sesungguhnya, sembari menampilkan antusiasme dan senyum khasnya," tulis tim tersebut dalam pernyataan resminya.

Tak hanya di Kanada, di Singapura, ada 80-100 orang yang mengalami kelainan seperti ini. Pasien dengan EB yang parah, bisa meninggal saat bayi atau usia dini. Ini karena kulit mereka tidak akan mampu bertahan jika terkena pakaian atau air dan berakibat luka. Proses ini juga bisa membentuk sel-sel kanker.

Dikutip dari Channel News Asia, belum ada obat yang diketahui mampu menyembuhkan penyakit ini. Hanya ada kemungkinan dikembangkannya proses perawatan penyakit.


    Category : Internasional    
    Tags        : #internasional    
    Sumber  : liputan6.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Hindari Hal ini pada Mobil Matik

      Ekonomi Bisnis  




    Perbankan Indonesia Disarankan Tiru "Gaya" Fintech