Senin, 16 April 2018 - 12:24:24

Jagan Duduk Terlalu Lama Bikin Daya Ingat Menurun dan Berisiko Demensia

    Michael B. Bara Hits : 4609    

liputan6.com


Jakarta,Riauaksi.com - Bagi yang terbiasa duduk lama, seperti karyawan kantor, sebaiknya Anda mulai berhati-hati. Peneliti dari Universitas California Los Angeles menemukan terlalu banyak duduk dapat menyebabkan perubahan pada bagian otak yang terkait dengan daya ingat. Tak hanya itu, terlalu lama duduk dapat meningkatkan risiko demensia.

Dilansir dari Tech Times, Senin (16/4/2018), menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam PLOS One journal, terlalu lama duduk setiap hari dapat menurunkan daya ingatorang dewasa setengah baya atau yang lebih tua, dan berisiko besar menyebabkan demensia.

Penelitian tersebut dilakukan dengan melibatkan 35 orang berusia antara 45 hingga 75. Peneliti kemudian mengumpulkan data dari para peserta mengenai aktivitas fisik yang dilakukan dan rata-rata jumlah jam duduk setiap hari selama seminggu. Tak hanya itu, peneliti pun melihat bagian otak para peserta melalui metode MRI beresolusi tinggi.

Hasil penelitian menunjukkan, peserta yang duduk terlalu lama setiap harinya, yakni selama tiga hingga tujuh jam per hari, mengalami penipisan lobus temporal--bagian otak tempat memori baru terbentuk--secara signifikan. Hal yang sama pun ditunjukkan dari mereka yang duduk terlalu lama dan tetap melakukan aktivitas fisik.

Penipisan lobus temporal diyakini menjadi awal seseorang mengalami demensia. Gejala ini pun akan disertai dengan penurunan daya kognitif seseorang ketika memasuki usia paruh baya.

Meski demikian, peneliti tidak menemukan alasan kaitan duduk terlalu lama dengan penipisan lobus temporal pada seseorang. Mereka hanya berspekulasi perilaku duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko peradangan dan menurunkan kemampuan otak untuk menghasilkan pembuluh darah dan sel baru. Akibatnya, daya ingatatau memori pun menurun dan risiko demensia pun meningkat.

Tak hanya menurunkan daya ingat, duduk terlalu lama pun rupanya dapat meningkatkan risiko kematian.

Para ilmuwan dari Departemen Kedokteran Universitas Columbia melihat data 8.000 orang berumur sekitar 45 tahun. Dari data tersebut, para peneliti menemukan mereka yang duduk selama 13 jam lebih dalam sehari, memiliki risiko kematian dua kali lipat.

Studi lainnya menunjukkan, mengganti durasi duduk selama enam jam dengan berdiri akan membantu mencegah kenaikan berat badan. Sebaliknya, jika dilakukan, cara ini diyakini dapat menurunkan berat badan Anda.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : liputan6.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Hindari Hal ini pada Mobil Matik

      Ekonomi Bisnis  




    Perbankan Indonesia Disarankan Tiru "Gaya" Fintech