Sabtu, 21 April 2018 - 14:25:38

Produsen Miras Berlabel Merek Ternama Digerebek

    Michael B. Bara Hits : 14977    

detik.com


Madiun,Riauaksi.com-Satuan Reskrim Polresta Madiun berhasil membongkar keberadaan rumah yang digunakan untuk memproduksi minuman keras oplosan. Rumah tersebut berada di jalan Setiyaki nomor 17 Kota Madiun.

"Semua atas laporan warga kita lakukan penggerebekan Jumat sore (20/4/2018). Rumah ini memproduksi miras yang diracik dari bahan-bahan yang berdampak memabukkan. Dari keterangan pelaku omzet ratusan juta per bulan," jelasKapolrestaMadiunAKBPNasrunPasaribu kepada wartawan di Polresta, Sabtu (21/4/2018).Dari penggerebekan tersebut, 4 orang yakni pemilik dan karyawan, telah diamankan oleh Satuan Reskrim Polresta Madiun. Satu di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka, yakni SH alias GG.

"Ada 4 orang kita periksa, 3 di antaranya karyawan dan 1 pemilik sudah tersangka kita tahan. Untuk karyawan masih diperiksa sebagai saksi," tuturnya.

Minuman keras oplosan yang diproduksi oleh pelaku, berbahan baku jagung, nanas, arang, kayu kopi, serta metanol. Untuk menjadi minuman keras dibutuhkan proses waktu 2 bulan.

"Dari pengakuan pelaku barang haram tersebut dipasarkan dalam kemasan botol berlabel minuman ternama. Dengan harga per botol antara Rp 150 ribu hingga Rp 250 ribu. Jadi omzet sehari bisa puluhan juta," kata Nastun belum sepekan menjabat Kapolresta Madiun.Kasat Reskrim Polresta Madiun AKP Logos Bintoro menambahkan, kepada penyidik pelaku menyebut belajar meracik di Bandung. "Pengakuannya belajar dari Bandung, untuk pemasarannya di wilayah Madiun dan Ponorogo," jelas Logos.

Logos menambahkan pelaku telah memproduksi minuman keras tanpa memiliki izin sah. Dari rumah pelaku, polisi menyita barang bukti di antaranya, 51 tong plastik yang berisi olahan miras berfermentasi, 30 botol bermerek ternama siap edar. Ada pula puluhan toples berisi minuman keras yang masih proses 2 bulan.Barang bukti lain seperti alat memasak minuman, tabung gas elpiji 12 k, blender untuk menghaluskan bahan dasar, panci presto untuk proses penyulingan.

Dalam jumpa pers, pelaku oleh polisi tidak ditunjukkan, hanya karyawan yang menjelaskan cara proses peracikan dan pengoplosan miras. "Pelaku masih kita periksa jadi ini peraciknya inisial A kita minta untuk menjelaskan langsung ke media," pungkas Logos.

Pelaku dijerat pasal 204 ayat 1 KUHP dan pasal 140 UU Nomor 18 tahun 2012 dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : detik.com


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Xiaomi Redmi S2 Hadir di Indonesia

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG