Sabtu, 05 Mei 2018 - 13:02:14

Meski data tenaga kerja mengecewakan, dollar AS masih bertahan menguat

    Michael B. Bara Hits : 43201    

kontan.co.id


WASHINGTON. Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat (AS) baru saja merilis laporan untuk bulan April. Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, beberapa data yang dirilis malah terlihat melemah. Bahkan hasilnya sedikit bergeser dari perkiraan. 

Seperti dikutip dari Reuters Jumat (4/5), jumlah lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian hanya mampu tumbuh dari 103.000 pekerjaan menjadi 164.000 pekerjaan. Padahal awalnya diperkirakan bisa mencapai 190.000 pekerjaan. Hal yang sama terjadi pada laporan upah per jam yang ternyata melemah dari 0,2% ke level 0,1%. 

Meski begitu laporan tenaga kerja AS di bulan April masih sedikit mendapatkan sentimen positif dari data tingkat pengangguran yang melemah. Kalau di bulan Maret tingkat pengangguran mencapai 4,1% maka sekarang jumlahnya turun menjadi 3,9%. Ini merupakan pertama kalinya dalam enam bulan bahwa tingkat pengangguran berhasil mengalami penurunan. 

Hal inilah yang menyelamatkan indeks dollar AS. Meski laju penguatannya mulai tertahan, tetapi indeks masih berada di atas level 92. Mengutip Bloomberg pukul 21.00 WIB indeks dollar AS menguat 0,43% ke level 92,815. 

"Ini sedikit mengejutkan melihat dolar tetap begitu tangguh," ujar Erik Nelson, ahli strategi mata uang di Wells Fargo di New York. 

Namun Nelson melihat kenaikan lebih lanjut greenback kemungkinan akan menjadi terbatas. Menurutnya sikap pesimis yang berlebihan tentang perekonomian di zona Euro yang telah mencapai puncaknya berpotensi membuat Euro berbalik arah dan melemahkan dollar AS.


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        : #Ekonomi Bisnis    
    Sumber  : kontan.co.id


    0 Komentar :



    Isi Komentar :
    Nama :
    Website :
    Komentar
     
     (Masukkan 6 kode diatas)

     








      Terkini  



      Most Popular  



      Teknologi  




    Satelit Merah Putih Resmi Mengorbit

      Ekonomi Bisnis  




    BEI perbarui sistem perdagangan dengan JATS NextG