Jumat, 08 September 2017 - 13:46:30

Disandera Abu Sayyaf Sejak November 2016, 2 WNI Akhirnya Dibebaskan

    Habibi Muthalib Hits : 23617    

Situsriau.com


JAKARTA,Riauaksi.com - Dua warga negara Indonesia yang disandera jaringan teroris Abu Sayyaf sejak November 2016 akhirnya bebas. Kedua sandera dibebaskan pada Kamis (7/9/17) pukul 06.30 wib.

"Telah bebas dua sandera warga negara Indonesia bernama Saparuddin dan Syawal," ujar Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi.

Sebagaimana diberitakan November tahun lalu, Saparuddin dan Syawal adalah anak buah kapal dan wakil kapten kapal asal Malaysia bernomor VW 1738. Keduanya, yang berasal dari Dusun Poniang, Sendana, Majene, Sulawesi Barat, diculik jaringan teroris Abu Sayyaf saat sedang melaut di perairan Lahat Datu, Sabah, Malaysia.

Adapun Saparuddin dan Syawal berhasil diculik karena anggota jaringan Abu Sayyaf masuk ke kapal mereka sambil membawa senjata api. Agar tidak ada korban, menurut kerabat Saparuddin, pria itu tidak bisa melakukan perlawanan.

Retno melanjutkan, Saparuddin dan Syawal akan segera dipulangkan ke Indonesia. Namun, sebelumnya, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan dahulu di markas Satgas Gabungan Indonesia-Filipina di kawasan Sulu. "Itu adalah prosedur tetap yang selalu dijalani setiap kali ada pembebasan sandera," ujar Retno.

Adapun kedua sandera WNI yang dibebaskan itu, kata Retno, akan dijemput diplomat Indonesia dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Samboanga. Sebab, seusai pemeriksaan kesehatan, keduanya akan diamankan dahulu di markas AFP, Armed Forces of Philippine.

"KJRI dari Davao yang akan menemui keduanya sebelum memulangkan mereka. Besok pagi akan ada update lagi," ujar Retno mengakhiri.

Komandan pasukan gugus tugas di Sulu, Filipina, Brigadir Jenderal Cirilito Sobejana mengatakan, pasukannya menyelamatkan dua WNI yang dilepaskan di daerah terpencil di Desa Indanan itu.

Kedua WNI itu kemudian dibawa ke rumah sakit di sekitar daerah tersebut untuk pemeriksaan kesehatan. Tidak ada penjelasan rinci tentang proses pembebasan dua WNI itu.

Menurut Sobejana, beberapa menit sebelum dua WNI ditemukan, pasukannya bertempur dengan 20 milisi Abu Sayyaf di Kota Talipo. Lima milisi Abu Sayyaf tewas dan sejumlah militer Filipina terluka.

Abu Sayyaf merupakan kelompok milisi kekerasan yang terkecil dan beroperasi di Filipina selatan. Abu Sayyaf dikenal sebagai milisi yang terkenal dengan kejahatannya, seperti penculikan serta pengeboman warga sipil dan militer. Jumlah mereka sekitar 500 orang sejak dibentuk pada awal 1990-an.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Situsriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Layar Full Screen OPPO F5 Berikan Pengalaman Visual Terbaik

  Ekonomi Bisnis  




Indonesia Sosialisasikan Sawit Lestari ke Warga Asing