Rabu, 13 September 2017 - 09:32:53

Keluarga Debora Ungkap Sejumlah Kebohongan dalam Keterangan Resmi Mitra Keluarga

    Habibi Muthalib Hits : 12673    

Spiritriau.com


JAKARTA,Riauaksi.com - Keluarga Tiara Debora Simanjorang mengungkap sejumlah kebohongan dalam keterangan resmi yang dirilis oleh Rumah Sakit Mitra Keluarga Kalideres.

Brigaldo Sinaga, perwakilan dari keluarga Debora mengatakan, terdapat beberapa poin yang mereka sebut sebagai kebohongan dalam rilis Mitra Keluarga.

Menurut Brigaldo, kebohongan itu meliputi pernyataan Mitra Keluarga yang menyebut Debora mengalami kondisi gizi buruk dan penyakit jantung bawaan atau patent ductus arteriosus (PDA).

"Awalnya sih kita ingin menjadikan ini bukan untuk cari sensasi atau apa ya. Tapi respons rumah sakit kami kira tidak memiliki itikad baik, dimana poin dua dan tiga menggiring opini publik untuk menyalahkan pihak keluarga," kata Brigaldo di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

Brigaldo menjelaskan, pihaknya memiliki sejumlah bukti berupa rekam medis yang dapat menunjukkan tidak ada indikasi gizi buruk apalagi PDA pada diri Debora.

"Sebenarnya Ananda itu anak yang sehat. Ada rekam medik di RSU Cengkareng, diperiksa dokter spesialis, dokter Iskandar. Tidak ada rekomendasi dokter yang bilang ini gizi buruk. Normal. Tidak mengalami masalah," tutur Brigaldo.

"Pada rekam medik tanggal 5 agusus juga sudah oke. Pemeriksaan dilakukan oleh dokter spesialis. Jadi tidak ada masalah PDA," sambungnya.

Selain terkait kondisi kesehatan Debora, Brigaldo juga mengatakan pernyataan Mitra Keluarga yang menyebut orang tua Debora menolak pembiayaan sebagai sebuah kebohongan.

Menurut Brigaldo, betul memang orang tua Debora mengajukan penangguhan biaya, namun, penangguhan itu terkait dengan uang muka perawatan di Pedriatic Intensive Care Unit (PICU), bukan penangguhan terhadap keseluruhan biaya perawatan.

Namun, permohonan penangguhan itu justru ditolak oleh Mitra Keluarga. Mitra Keluarga justru mengatakan, orang tua Debora setidaknya harus membayar sebesar Rp 11 juta rupiah sebagai uang muka perawatan.

"Dikatakan menolak biaya itu tidak benar. Malah keluarga cepat-cepat pulang mengambil ATM pagi-pagi buta. Cuma mereka memohon-mohon (penangguhan) memang, karena uang yang ada di ATM cuma Rp 5 juta. Itu dikatakan tidak cukup. Itu diwajibkan membayar Rp 11 juta baru dipindah ke PICU," tutur Brigaldo.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Spiritriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Startup PanenID, Beli Sayur Langsung Ke Petani

  Ekonomi Bisnis  




BRI Berikan Layanan Keuangan Inklusif untuk TKI