Rabu, 13 September 2017 - 14:42:23

Presiden Minta Para Gubernur Antisipasi Karhutla Akibat Kekeringan

    Habibi Muthalib Hits : 17089    

Situsriau.com


JAKARTA,Riauaksi.com - El Nino pernah menyebabkan kekeringan di Indonesia pada 2015 dan berbuntut pada bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar kekeringan diantisipasi sedini mungkin.

"Ini tidak seperti 2015 saat ada El Nino. Walaupun demikian, beberapa daerah sudah tidak mengalami air hujan berturut-turut lebih dari 60 hari, lebih dari dua bulan. Bahkan sebagian daerah di Pulau Jawa saat ini sedang mengalami puncak musim kemarau," tutur Jokowi dalam rapat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (12/9/17).

Jokowi berpegang pada data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), yang memprakirakan hujan di sebagian wilayah Indonesia baru akan terjadi pada akhir November. Ia meminta para gubernur melihat langsung ke lapangan.

"Dalam dua tahun terakhir ini kita sudah banyak membangun bendungan, waduk, dan embung-embung di desa-desa untuk menghadapi situasi seperti ini. Saya harapkan ini juga bisa membantu," tutur Jokowi.

Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya dalam rapat juga melaporkan kejadian Karhutla. Siti berharap puncak munculnya titik panas atau hotspot berakhir bulan ini. "Sampai 12 September pagi, itu 217 (hotspot), padahal masih 20 hari lagi kan akhir September," kata Siti.

Soal kekeringan, Siti menyebut saat ini banyak terjadi di NTB, NTT, dan Pulau Jawa. Menurut data satelit, di NTT banyak terdapat hotspot karena wilayahnya berupa savana. Selain itu, hotspot banyak terdapat di Riau.


    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Situsriau.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Startup PanenID, Beli Sayur Langsung Ke Petani

  Ekonomi Bisnis  




BRI Berikan Layanan Keuangan Inklusif untuk TKI