Minggu, 03 Desember 2017 - 12:10:37

Periset Kembangkan Tes untuk Cegah Bayi Lahir Prematur

    Michael B. Bara Hits : 15169    

republika.co.id


LONDON -- Kasus kelahiran bayi terlalu awal atau prematur menjadi permasalahan cukup serius di Inggris. Lebih dari 61 ribu bayi lahir prematur tiap tahun dan sekitar 1.000 di antaranya tidak selamat.

Mereka yang bertahan pun berisiko mengidap lumpuh otak atau cerebral palsy, kebutaan, dan kesulitan belajar. Saat beranjak dewasa, mereka lebih rentan terhadap sejumlah masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

"Alasan mengapa perempuan melahirkan lebih awal tidak sepenuhnya dipahami. Mencegah kelahiran prematur selalu menjadi tantangan besar bagi pengobatan modern," kata Profesor Nigel Klein dari Institut Kesehatan Anak UCL Great Ormond Street, London.

Berangkat dari kompleksnya hal tersebut, Klein memimpin sebuah riset yang didanai badan amal Action Medical Research. Penelitian itu mengembangkan cara baru untuk memprediksi risiko kelahiran prematur pada awal kehamilan.

Badan amal yang sama telah menyokong pembiayaan riset mengenai hal serupa pada periode sebelumnya. Studi terdahulu mengungkap bahwa ibu hamil yang kekurangan sel darah putih di serviks cenderung melahirkan sebelum waktunya.

Saat ini, tim yang dipimpin Klein sedang mengembangkan serangkaian tes untuk mendeteksi sel-sel tersebut di awal kehamilan. Dengan demikian, ibu yang terdeteksi berisiko melahirkan prematur bisa mendapatkan perawatan untuk memperpanjang masa kehamilan.

"Kami berharap tes yang kami kembangkan akan membantu para perempuan yang berisiko tinggi melahirkan dini, kondisi mereka dapat terpantau dan mendapat perawatan ekstra," ujar Klein, dikutip dari laman Express.


    Category : Teknologi    
    Tags        : #teknologi    
    Sumber  : republika.co.id


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Perkuat Gopay, Gojek Caplok Kartuku, Midtrans dan Mapan

  Ekonomi Bisnis  




Rupiah Keok di Hadapan Yen dan Euro di November