Rabu, 06 Desember 2017 - 15:09:27

Wabup Kuansing Suruh Kembalikan, Separo Bibit Sawit Gratis Rusak

    Habibi Muthalib Hits : 10177    

Riauterkini.com


TELUKKUANTAN,Riauaksi.com - Bibit sawit gratis yang akan dibagikan pemerintah kepada masyarakat Kuansing masih ditemukan rusak. Bahkan hampir separuih bibit bibit itu rusak dan harus dikembalikan. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Kuansing, H Halim usai meninjau bibit sawit yang didatangkan oleh pihak rekanan.

"Hampir separuh rusak. Jelas itu tidak sesuai dengan perjanjian kontrak," tegas Wabup Halim kepada riauterkinicom via telepon, Rabu (6/12/17).

Dalam perjanjian kontrak itu kata dia, umur bibit harus antara 10 hingga 18 bulan. Sementara yang datang itu sudah ada yang berumur 2 tahun. Selain itu, bibit sawit banyak daunnya yang dipangkas "Kenapa dipangkas, ini pertanda daun daunya itu sudah tidak sehat," katanya lagi.

Halim mengakui, ada beberapa lokasi yang telah dipantaunya langsung kelapangan, misalnya di Koto Kari, Seberang Gunung dan beberapa tempat lainya. Dari pantauannya itu hampir separuh bibit bibit tersebut tak layak dibagikan kepada masyarakat.

"Saya sarankan kepada masyarakat kemablikan saja yang rusak. Jangan diterima, karena nanti akan berimbas kepada hasil panen," sarannya sembari mengakui ada juga masyarakat yang telah terlanjur menanam bibit rusak itu.

 Senada dengan itu, Ketua LSM Suluh Kuansing, Nerdi Wantomes mendukung gebrakan Wabup Halim untuk menolak bibit rusak yang didatangkan oleh pihak rekanan itu. Sebab dirinya meyakini, Wabup Halim sudah berpengalaman tentang pengelolaan perkebunan sawit ini. " Dia kan memang itu usahanya. Jadi apa yang dikatakannya itu pasti benar lah," tutur Nerdi.

Nerdi juga mengancam, jika pemerintah tetap bersikukuh menerima bibit rusak seperti yang disampaikan oleh Wabup Halim tersebut, maka, sebagai pegiat anti korupsi akan melaporkan temuan tersebut kepada penegak hukum. "Jangan main main, bibit ini dibeli pakai uang rakyat. Dan bibit itu harus juga dibagikan bibit yang bagus untuk rakyat. Sesuai dengan janji pemerintah yakni bibit yang unggul," kata Nerdi.

Tumbuhan Juga Stres.

Sementara itu, sehari sebelumnya, TP4D Kejari Kuansing bersama Distan juga meninjau langsung pembagian bibit sawit di Hulu Kuantan.Menurut Revendra, selaku Ketua TP4D Kejari Kuansing, bibit yang datang tak langsung dibagikan kepada petani. Mekanismenya, bibit tersebut harus dikarantina selama 10 hari."Kalau ada bibit yang rusak, itu tak dibagikan kepada petani," kata Revendrra.

JNika ada yang rusak kata Revebdra, hal itu bisa saja terjadi. Karena tuymbuh tumbuhan ini juga bisa mengalami stres. Tapi, menurut pakarnya, bibit tersebut akan tumbuh dengan baik ketika ditanam," terang Revendra.


    Category : Riau    
    Tags        : #kuansing,#Prov Riau    
    Sumber  : Riauterkini.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Perkuat Gopay, Gojek Caplok Kartuku, Midtrans dan Mapan

  Ekonomi Bisnis  




Rupiah Keok di Hadapan Yen dan Euro di November