Rabu, 27 Desember 2017 - 22:41:32

Sri Mulyani Bakal Hitung Utang Subsidi ke Pertamina dan PLN

    Anggre Dwie Hits : 38017    

Cnnindonesia.com


Jakarta, RIAUAKSI.COM -- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan tengah mengupayakan pembayaran utang tunggakan subsidi pemerintah kepada PT Pertamina (Persero) dan PT PLN (Persero).

“Nanti, saya hitung dan segera kami koordinasi,” teran dia, usai menghadiri rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (27/12). 

Sayangnya, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini enggan menyebutkan berapa besaran yang bisa dibayarkan pemerintah tahun ini.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) Ignasius Jonan meminta Kemenkeu segera membayar utang subsidi kepada kedua perseroan. Hal ini ditujukan untuk menjaga arus kas perseroan.

Apalagi, kebijakan pemerintah memutuskan mempertahankan harga BBM penugasan dan tarif listrik hingga akhir Maret 2018 mendatang. Padahal, saat ini, harga minyak dan komoditas tengah naik.

Direktur Utama Pertamina Elia Massa Manik menyatakan, utang pemerintah sempat mencapai Rp40 triliun. Kemudian, tahun ini, pemerintah mencairkan subsidi BBM Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebesar Rp5,5 miliar.

Sementara, Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengaku, tengah menanti pencairan piutang pemerintah sebesar lebih dari Rp10 triliun pada akhir tahun ini.

Adapun, alokasi subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2017 mencapai Rp89,7 triliun.

Anggaran tersebut terdiri dari subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquid Petroleum Gas (LPG) tabung 3 kilogram (kg) sebesar Rp44,48 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp45,37 triliun. 


    Category : Ekonomi Bisnis    
    Tags        :    
    Sumber  : Cnnindonesia.com


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Sembuhkan Kecanduan Ponsel dengan Ubah Layar Jadi Abu

  Ekonomi Bisnis  




Misi Dagang ke Asia Selatan, Mendag Bawa 61 Pengusaha