Rabu, 10 Januari 2018 - 11:51:27

Ikan Laut Makin Langka di Padang

    Habibi Muthalib Hits : 25345    

Riaupos.co


PADANG,Riauaksi.com  - Sejak Desember 2017 lalu, tangkapan ikan nelayan di perairan Padang berkurang. Awalnya pengaruh cuaca buruk. Badai yang te­rus-terusan membuat nelayan tak bisa melaut. Kemudian, tahun pun berganti. Persoalan yang dihadapi nelayan semakin runyam. Selain pengaruh supermoon (bulan terang, red) yang menyebabkan sulit mendapatkan ikan, nelayan juga dihadapkan pada peraturan baru.  

Pasalnya mulai 1 Januari 2018 Kementerian Kelautan dan Perikanan memberlakukan larangan operasional jaring cantrang sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/2016 tentang Jalur Penangkapan Ikan dan Penempatan Alat Tangkap Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara RI. Akibatnya, nelayan yang memiliki kapal ukuran 30 gross tonnage (GT) tak bisa lagi melaut.

Pengakuan sejumlah nelayan di Pasirsebelah, Kototangah Padang, banyak kapal ukuran 30 GT tak melaut karena takut melanggar aturan. “Kalau dipaksakan juga melaut nanti kita takut ditangkap karena melanggar aturan,” kata seorang anak buah kapal (ABK) yang enggan disebutkan namanya ditemui, kemarin.

Karena banyak kapal ikan yang biasanya merapat di kawasan itu tidak melaut, alhasil di pasar ikan tersebut hanya sedikit stok ikan. Itu pun hanya hanya ikan hasil pukat para nelayan kecil. Meri, seorang pembeli mengaku heran, biasanya sangat banyak ikan dan ramai aktivitas bongkar ikan pada Ahad, saat itu tak ada lagi. “Tak ada penjual ikan seperti biasanya, yang ada hanya lapak-lapak kosong,” ujarnya yang biasa membeli ikan sekali sepekan di pasar ikan itu.

Hanya segelintir pedagang ikan yang menggelar dagangan.  Buyuang, penjual ikan mengaku, keadaan itu sudah berlangsung seminggu ini. “Ikan dari nelayan sini tak ada. Saya ambil ikan dari gudang, ikan dari daerah lain,” ujarnya.

Karena ikan langka maka harga pun naik. Biasanya ikan gambolo hanya Rp5 ribu per onggok kini naik jadi Rp8 ribu. Itu pun bukan ikan segar. Sepertinya sudah berhari-hari kena es. Dagingnya lembek dan agak berbau busuk. Sedangkan ikan ambu-ambu ukuran sedang biasanya Rp25 ribu per ekor naik jadi Rp45 ribu. Ikan maco relatif agak murah Rp5 ribu per onggok karena hasil tangkapan nelayan pukat.

Sementara itu, sejumlah nelayan dan pemilik kapal ukuran 30  GT mengeluhkan mahalnya biaya pengukuran kapal yang ditetapkan pemerintahan. Selain itu, larangan operasional jaring cantrang (pukat kantong) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bagi kapal berukuran 30 GT yang berlaku sejak awal Januari 2018  lalu juga dikeluhkan sejumlah nelayan. Mereka berharap ada solusi dari persoalan tersebut.
 

    Category : Nasional    
    Tags        : #nasional    
    Sumber  : Riaupos.co


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Sembuhkan Kecanduan Ponsel dengan Ubah Layar Jadi Abu

  Ekonomi Bisnis  




Misi Dagang ke Asia Selatan, Mendag Bawa 61 Pengusaha