Kamis, 11 Januari 2018 - 07:44:02

Bukalapak Resmikan Pusat Riset dengan 200 "Engineer" Lokal Tahun Ini

    Michael B. Bara Hits : 7873    

tekno.kompas


Memasuki 2018, layanan marketplaceBukalapak menargetkan pembangunan pusat riset dan pengembangan alias research and development center (RnD) di Bandung. Belum diumbar lokasi pastinya, yang jelas RnD itu akan berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dan mulai efektif beroperasi pada pertengahan tahun ini.

"Sebenarnya saat ini sudah ada 20 engineer kami untuk riset dan pengembangan produk. Kami targetkan dengan dibuka gedung khusus di Bandung, jumlah engineer-nya meningkat jadi 200 orang," kata pendiri sekaligus CEO Bukalapak, Achmad Zaky, di acara perayaan ulang tahun Bukalapak yang ke-8, Rabu (10/1/2018), di Jakarta.

Pusat RnD nantinya tak hanya difokuskan pada pengembangan software, tetapi juga hardware. Semuanya semata-mata untuk peningkatan layanan Bukalapak bagi masyarakat modern.

"Semuanya untuk peningkatan produk dan service. Kalau hardwaremisalnya mengembangkan perangkat Internet of Things seperti droneuntuk delivery atau smart speaker yang bisa dipakai belanja," Achmad Zaky menjelaskan.

Bandung sendiri dipilih sebagai kota untuk operasional RnD Bukalapak karena beberapa faktor. Salah satunya, Kota Kembang dinilai banyak mencetak mahasiswa-mahasiswa yang fokus di sektor teknologi, semisal dari ITB dan ITENAS. Selain itu, sedikit banyak ada alasan kedekatan emosional karena Achmad Zaky berasal dari Bandung.

Engineer lokal

Achmad Zaky ingin pusat RnD Bukalapak benar-benar menyerap tenaga kerja lokal. Ia mengklaim saat ini pegawainya di bidang teknis maupun non-teknis berasal dari Indonesia.

"Menurut saya di Indonesia potensinya masih banyak untuk dikembangkan. Bukalapak so far 100 persen Indonesia. Mereka jago kok pas kami ajarin. Talenta Indonesia punya daya saing sendiri," ia menuturkan.

"Yang kami pikirkan lebih ke jangka panjang. Kalau sumber daya lokal pintar, nanti akan ajakin adik kelasnya. Mungkin nanti mreka keluar dari Bukalapak bikin startup sendiri. Itu bagus buat ekosistem di Indonesia," ia menambahkan.

Memasuki usia sewindu, Bukalapak memiliki 35 juta pengguna aktif bulanan di seluruh Indonesia. Artinya, 30 persen netizen Tanah Air pernah berkunjung ke Bukalapak. Untuk jumlah pelapak, Bukalapak sendiri mengklaim ada sebanyak 2,2 juta.

Di samping itu, Bukalapak setiap harinya melayani sekitar 320.000-an transaksi. Layanan itu juga resmi mengukuhkan diri sebagai Unicorn ke-empat di Indonesia dengan valuasi mencapai 1 miliar dollar AS. Sebelumnya, Unicorn di Indonesia adalah Go-Jek, Tokopedia, dan Traveloka.


    Category : Teknologi    
    Tags        : #teknologi    
    Sumber  : tekno.kompas


0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 








  Terkini  



  Most Popular  



  Teknologi  




Facebook Setop Layanan Asisten Virtualnya

  Ekonomi Bisnis  




Ketergantungan Utang Asing Bisa Dikurangi dengan Cara Ini